Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

Kata-kata Bijak Kahlil Gibran

Kata-kata Bijak Kahlil Gibran - Kahlil Gibran adalah seorang pujangga terkenal yang berasal dari negara akan kata-kata romantis. Banyak buku-buku karyanya yang sangat laris terjual di pasaran. Ia adalah seorang pria keturunan Lebanon-Amerika Serikat.

Kata-kata romantis karyanya mampu menyentuh hati para lajang dan pengagum cinta. Tidak sedikit dari mereka yang terinspirasi oleh karya-karya lewat untaian kata-kata indah Kahlil. Bagi anda yang kebetulan sedang mencari-cari Kata-kata Bijak dari Kahlil Gibran, berikut adalah beberapa kata-katanya :

"Ketika kita menemukan sebuah keunikan seseorang yang sejalan dengan kita dan kemudian kita bergabung dengannya dengan keanehan itu, itulah yang dinamakan Cinta"

"Cinta yang sebenarnya adalah ketika engkau menitikan air mata namun kau masih perduli terhadapnya"
"Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu namun kamu masih menunggu dengan setia"
"Adalah ketika dia mencintai orang lain dan kamu turut berbahagia dengan kebahagiaan yang ia dapatkan"

"Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan dirimu. Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi"
"Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu TIDAK perlu mati bersamanya…"

"Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah mengatakan cinta kepadamu, karena ia takut engkau berpaling darinya dan membuat jarak pembatas. Jika suatu saat nanti ia pergi meninggalkanmu, kau akan menyadari betapa dia adalah cinta yang tak kau sadari"

Demikian beberapa Kata-kata Bijak Kahlil Gibran, semoga bermanfaat. Dan apabila ada kekurangan dan masukan silahkan tulis di komentar :) ...

Kata-kata Bijak Nabi Muhammad SAW

Kata-kata Bijak Nabi Muhammad SAW - Muhammad adalah sosok manusia luar biasa yang sengaja Allah pilih untuk menjadi kekasihnya. Setiap tingkah laku dan kata yang terucap adalah sebuah bimbingan dari Allah. Beliau lah sosok manusia yang mulai akhlak dan budi pekertinya.

Gaya kepemimpinan beliau yang ramah, bersahabat, bujak, dan adil membuat dirinya menjadi pemimpin yang paling sukses sampai saat ini. Bahkan bukan hanya dari kalangan umat islam saja melainkan dari non-muslim yang mengakui akan ketangguhan dan kecerdasan spiritual dan emosional dari nabi Allah ini. Adalah Michael Hart yang menuliskan buku "The 1000" yang mencatatkan nama Muhammad di urutan paling atas sebagai orang yang paling berpengaruh d dunia dan yang paling sukses dalam hal ruhaniah maupun spiritual.

Berikut adalah kata-kata Bijak dari Nabi Muhammad SAW :

Bisa klik spoiler di bawah ini untuk membukanya. 

Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.

Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.

Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.

Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.

Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.

Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.

Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hati kepada manusia dan takut kepada Tuhan.

Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.

Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah.

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.

Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.

Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.

Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.

Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.

Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.

Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.

Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.

Seseorang yang oprimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.

Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.

Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.

Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.

Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.

Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.

Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.

Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.

Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.

Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. Nabi Muhammad SAW
Makanlah Sebelum Lapar dan Berhentilah Sebelum Kenyang Nabi Muhammad SAW

Dongeng Inspiratif - Selalu Melihat yang Tidak Ada

Alkisah seorang anak kecil berumur 5 tahun kehilangan uang sebesar 10.000 rupiah sehingga ia menangis tersedu di depan rumah. Melihat ponakannya menangis pamannya segera menghampiri dan menanyakan kepada anak itu,

"kenapa, apa yang terjadi?" kata paman 
"Uangku hilang paman" kata anak kecil itu.
"Emang berapa duit yang hilang" kata paman.
"10 ribu paman, hwhaaaa" sambil menangis lebih keras.
"Ya sudah jangan nangis lagi, ini paman kasih duit 10 ribu"

Melihat pamannya memberikan uang 10 ribu bukannya berhenti, anak itu malah tambah keras nangis.

"heyy, kok malah tambah keras nangisnya" kata paman.
"Coba kalo duitku gak ilang pasti jadi 20 ribu" katanya sambil nangis.
"Yehhh dasar" ucap paman sambil meninggalkan bocah itu.

Kemudian tak berapa lama ayahnya datang dan kemudian berkata.

"Kenapa kamu nangis"
"Uangku ilang 10 ribu yah"
"Lhaa itu ada 10 ribu di tanganmu"
"Ini tadi paman ngasih yah, coba kalo uang saya ga ilang jadi 20 ribu" ucapnya sambil nangis tambah keras lagi.
"Ya sudah ini ayah ganti yang lebih gede 20 ribu"

Bukannya berhenti anak itu tambah keras lagi nangis.

"Kenapa masih nangis"
"Coba kalo duit saya ga ilang, kan jadi 40 ribu"
"Yaaah kalo begitu mah kamu gak bakalan berhenti nangis dikasih berapa pun juga" kata ayahnya.

Sebuah dongeng Inspiratif fiksi. Bukan sebuah kisah nyata. Tapi setidaknya bocah kecil itu telah memberikan sebuah pelajaran bagi kita semua tentang sifat tamak yang manusia miliki. Kadang kita merasa hidup ini serba kekurangan walaupun sebenarnya kita sudah mempunyai segala hal. Kenapa? Karena kita Selalu Melihat yang Tidak Ada. Kita tidak melihat yang ada di depan mata. Jika begitu tidak akan berbeda seperti bocah yang berumur 5 tahun di atas. Dia tidak akan berhenti menangis karena selalu melihat sesuatu yang tidak ada walaupun sebenarnya ia sudah memiliki uang lebih daripada uang yang ilang.

Semoga bermanfaat.
Salam Sukses.

Senin, 06 Juli 2015

Kisah Sukses 4

Kisah Sukses Andri Aryansah "Ado" Merintis Usaha MerchandisePanggilan akrabnya Ado, nama lengkapnya Andri Aryansah, seorang lelaki yang hanya mengecap pendidikan SD ini berhasil menjadi usahawan sukses dengan omzet per bulan mencapai Rp 100 juta.
Semuanya dilalui dengan tidak menyenangkan. Ia masih ingat bagaimana harus sering memakai sandal jepit untuk sekolah jika musim hujan, sebab sepatu Ado hanya satu. Jika basah ia tak punya sepatu pengganti dan terpaksa mengenakan sandal.
Ia juga masih ingat dengan lekat bagaimana rasanya berjalan kaki ketika ke sekolah dan bermain, sementara teman-temannya bergembira naik sepeda. Itulah sedikit pengalaman pahitnya di masa kecil, dari sekian banyak pengalaman pahit yang dirasakannya.
Kesedihan Ado berujung ketika ia lulus SD pada 1999. Bapaknya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan tak mampu membiayai lagi sekolahnya. Dengan terpaksa dia tidak melanjutkan jenjang SMP. Dua tahun kemudian, ia meninggalkan kota kelahirannya Garut menuju Bandung untuk mengadu nasib. Alasannya dia tak mau merepotkan orangtuanya.
Pekerjaan pertamanya di Bandung bukanlah pekerjaan yang membanggakan bagi seorang remaja sepertinya. Ia menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di daerah Dipati Ukur, Bandung.
Pekerjaan itu dia lalui selama tiga tahun. Pada 2004 Ado “naik pangkat” dengan bekerja di Record Man, sebuah toko pakaian yang identik dengan musik cadas. Kejujuran dan kerja kerasnya membuat Ado dipromosikan hingga menjadi manajer toko tersebut. Setelah bekerja di Record Man selama 7 tahun, Ado memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja. “Saya sih tidak mau terus-terusan kerja pada orang. Ingin punya usaha sendiri. Lagipula saya sudah punya pengalaman di bidang pakaian, jadi tahu seluk-beluk bisnisnya,” kata Aldo.
Bermodal tabungan sebesar Rp 2,5 juta ia mulai menyewa los di Plaza Parahyangan berukuran 3×3 dengan biaya sewa Rp 1,4 juta. Meski baru pertama menjalankan usaha, Ado mengaku yakin bahwa dia akan berhasil. Meski modal uangnya sedikit, Ado memiliki modal lain yang lebih penting dari uang yaitu pengalaman dan jaringan.
Ia punya pengalaman selama 7 tahun di industri ini dan ia punya jaringan pemasok maupun pelanggan. Ado menggandeng teman-temannya musisi musik metal untuk dibuatkan merchandise. Ado merupakan seorang pengemar musik cadas. Usaha merchandise tersebut ternyata membawa berkah bagi dirinya. Dalam waktu relatif singkat usahanya menanjak.
Sebagai pengusaha, Ado belajar melihat tren di pasaran. Ketika persaingan di bisnis merchandise band mulai ketat, Ado mencari ide lain. Dia pun kemudian melakukan diversifikasi desain kaos dengan membuat desain-desain bergaya Sunda. Tapi kaos bergaya metal tetap dia jalankan. Kejelian melihat peluang inilah yang membuat Ado bisa bertahan hingga sekarang. Perlahan tapi pasti, usahanya terus berkembang. Omzet yang awalnya jutaan berkembang menjadi belasan dan puluhan juta rupiah. Dan sekarang menurut Ado angkanya sudah menyentuh Rp 100 juta per bulan. Meski usahanya sudah maju dan omzetnya menggelembung, tapi Ado mengaku tetap hidup sederhana. Pengalaman di masa lalu mengajarinya untuk hidup sederhana. Kesabaran dan keuletan Ado terbayar sekarang ini.
Pesan : Success is my right! Begitu slogan seorang motivator kondang tentang sebuah kesuksesan. Yah, kata-kata itu bukan bualan belaka, siapa pun berhak untuk sukses, apa pun latar belakangnya

To Be Great, 8 Rahasia Menjadi Orang Sukses

To Be Great, 8 Rahasia Menjadi Orang SuksesDalam buku To Be Great, Kata Richard menyimpulkan 8 Rahasia menjadi orang Sukses :
1. Passion
Ini kunci utama untuk meraih sukses. Apapun bidangnya tidak peduli apa jabatannya, mereka meraih sukses karena mencintai pekerjaan mereka. Energi akan muncul dari dalam ketika anda mencintai apa yang anda lakukan.
2. Kerja
Sifat kedua yang pada umumnya dipunyai orang-orang sukses adalah mereka bekerja sangat keras. Kerja kerasmu akan terbayar mungkin tidak sekarang tetapi semakin lama anda berkutat di dalamnya, semakin besar bayarannya. Anda hanya perlu mengerahkan waktu dalam menghadapi kesulitan, dan percayalah bahwa anda akan melihat hasilnya nanti.
3. Fokus
Ini sangatlah penting. Fokus mengkhususkan kemampuan kita pada suatu hal, dan menjadi ahli dalam hal tersebut. Banyak orang bekerja keras tetapi mereka tidak fokus. Mereka kesana kemari mencoba terlalu banyak hal, hingga pekerjaan yang mereka jalani justru menjadi amburadul.
4. Motivasi
Orang-orang sukses memotivasi diri mereka sendiri untuk mengatasi rasa malu, ragu, dan takut. Kemampuan untuk memotivasi diri kita sendiri membantu kita mengatasi masa-masa sulit yang tidak ingin kita lakukan. Strategi untuk menciptakan motivasi yaitu dengan menetapkan suatu cita-cita, cari tantangan untuk memotivasi diri, tetapkan tenggat waktu, displin, meminta orang lain untuk memotivasimu, cari kompetisi.
5. Ide
Orang-orang sukses hadir dengan ide-ide yang menakjubkan. Jika anda dapat menghasilkan ide dari hari ke hari dengan baik, anda memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh dalam kehidupan ini. Kita dapat memperoleh ide dengan membangun koneksi, up to date terhadap lingkungan sekitar, tulis ide sebelum ide itu hilang.
6. Pengembangan diri
Mereka secara konstan memperbaiki diri mereka sendiri dan kinerja mereka, entah itu berkaitan dengan karir, proyek, produk, atau layanan, selain memperbaiki pengembangan diri juga dilakukan dengan berlatih.
7. Melayani
Mereka melayani orang lain, inilah saat untuk meneropong keluar, karena meraih kesuksesan dan kekayaan adalah tentang melayani orang lain. Yang dimaksud dengan melayani yaitu berpikir tentang orang lain, bekerja untuk mereka, dan menghasilkan sesuatu yang mereka inginkan, atau butuhkan.
8. Tekun
Mereka tahan banting menghadapi waktu, kegagalan, dan kemalangan. Satu-satunya alasan orang sukses mendapat pekerjaannya sekarang adalah karena mereka bertahan lama daripada yang lainnya, jadi ketekunan itu sangat penting.

Kata Movitasi sebagai Energi Pendorong Mencapai Sukses

Kata Movitasi sebagai Energi Pendorong Mencapai SuksesMotivasi adalah sebuah energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.
Siapa orang di dunia yang tidak ingin sukses? Pasti semua orang ingin mencapai kesuksesan. Kata motivasi sukses bisa membuat Anda semakin bertekad kuat untuk mencapai keberhasilan terutama dalam karir. Kata motivasi sukses bisa jadi inspirasi untuk ide bisnis Anda atau jadikan kata motivasi sukses sebagai koleksi Anda agar selalu semangat menjalani aktifitas. Mari baca dulu kumpulan kata motivasi sukses yang disajikan berikut ini :
  • Tetaplah bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini. Jadikanlah pencapaian orang lain sebagai motivasi untuk anda. Yakinlah anda juga pasti bisa.
  • Jangan pernah setengah-setangah, kerjakanlah semuanya dengan sepenuh hati. Jika anda bekerja seadanya hasilnya pun akan seadanya pula.
  • Kejujuran itu adalah sifat ilahi yang berhak dimiliki setiap manusia. Kejujuran akan mengantarkan manusia pada kedamaian dan kebahagiaan yang hakiki. Karena orang yang tidak jujur hidupnya dipenuhi bayang-bayang kesalahan yang tlah dilakukan.
  • Bekerja keras tanpa ilmu sama saja kosong, Punya ilmu tapi tidak bisa mengaplikasikan sama saja bohong, Tidak punya ilmu dan tidak mau bekerja, MAKA JANGAN HARAP BISA MERAIH SUKSES!!.
  • Orang yang punya tujuan yang jelas dan bisa merencanakan kehidupan secara matang, berarti orang itu adalah orang yang berilmu dan punya Otak serta berjiwa dan berkarakter yang jelas dan pasti.
  • Seberapapun kecilnya nilai kesuksesan tersebut, kalau kamu menikmati dan merasakannya tentu akan membuahkan kebahagiaan dan kepuasan, itulah inti sebenarnya dari KESUKSESAN!!.
  • Buat apa mencari materi kalau kepuasan hidup terpinggirkan?? Ukuran SUKSES itu adalah BAHAGIA, KEPUASAN JIWA DAN KETENTRAMAN HATI.
  • Kesuksesan bermula pada saat kita menjaga pikiran agar tetap FOKUS pada hasil yang kita inginkan, bukan pada keterbatasan-keterbatasan kita.
  • TUHAN telah menempatkan benih kesuksesan dalam tempat yang tepat ketika akan kita butuhkan, kesuksesan hidup dalam diri kita menunggu untuk BERSEMI, TUMBUH DAN BERBUNGA.
  • Mulailah BERMIMPI, BELAJAR, BERENCANA DAN BEKERJA untuk apa yang anda inginkan hari ini. Potensi anda akan membuat ruang bagi pencapaian mimpi-mimpi anda, dan kesuksesan anda akan membawa nilai dan kesenagan bagi diri anda dan semua orang yang ada disekitar Anda.
  • Bermimpilah akan sesuatu dan jadikanlah mimpimu itu kenyataan, sesungguhnya tak akan ada dunia ini jika tak ada yang bermimpi.
  • Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!
  • Jangan berusaha/mengerjakan sesuatu dengan setengah hati, karena hasil yang kamu dapat juga hanya setengahnya.
  • Sesungguhnya di saat kesusahan teman, satu senyum yang tulus lebih berharga daripada sejuta kata yang tiada guna.
  • Sesungguhnya masih banyak orang di dunia yang lebih susah dari kita, maka hentikanlah segala keluhan kita dan bersyukur terhadap apa yang kita punya.
  • Syukurilah apa yang kamu dapat karena belum tentu kamu bisa mendapat lagi apa yang telah kamu dapat.
  • Jangan jadikan suatu kegagalan sebagai alasan untuk takut mengalaminya kembali sehingga anda tak mau mencoba lagi, tapi lihatlah kegagalan sebagai kesuksesan mengetahui cara yang salah.
  • Semua orang sukses terlihat enak, nyaman, kaya, baik, tanpa masalah. Itu tidak benar, orang sukses selalu mempunyai masalah dalam hidupnya. Apapun bentuk masalahnya.
  • Kita harus mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, mencari dan menggali segala potensi diri, bekerja keras, tekun dalam meraih tujuan dan BERDOA, proses itu harus anda lakukan dengan ILMU, OTAK, DAN JIWA.
  • Untuk bisa sukses luar biasa cepat Anda perlu membantu orang lain juga untuk meraih sukses.
  • Lekatkan kesuksesan pada pikiran Anda, bila Anda ingin benar-benar sukses maka Anda harus segera memikirkannya
  • Keinginan kuat untuk sukses ditentukan oleh besarnya mimpi dan keahlian untuk mengatasi kekecewaan yang Anda alami.
  • Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan, bukan sebaliknya, jadi jika Anda bahagia dengan apa yang Anda kerjakan, Anda akan sukses.
  • Orang yang sukses tidak selalu orang yang pintar tapi orang yang sukses adalah orang yang gigih dan pantang menyerah.
  • Doa tanpa usaha tidak membuat kesuksesan datang, usaha tanpa doa juga membuat kesuksesan.
  • Gabungkan doa dan usaha maka itulah kunci kesuksesan sebenarnya.
  • Tuhan telah merancang kesuksesan manusia, jangan ragu untuk mendekati-Nya untuk mendapatkan limpahan kesuksesan dari-Nya.
  • Calon manusia sukses tidak pernah mengeluh tapi sibuk memperbaiki diri dari kesalahan yang pernah diperbuat.
  • Masa depan manusia ada di tangan Tuhan, karenanya kesuksesan juga adalah campur tangan-Nya.
  • Jika Anda adalah orang yang mau berjuang dan tak mudah menyerah maka kesuksesan menjadi hak Anda.
  • Sukses berawal dari mimpi tapi lanjutkan dengan langkah nyata meski hanya tindakan yang sangat kecil.
  • Kesuksesan berawal dari kejelian dalam melihat peluang.
  • Jalan kesuksesan tiap orang berbeda-beda, tak perlu silau dengan kesuksesan orang lain

Kata-Kata Sukses Seorang Pemimpin

  • Kepemimpinan adalah memahami orang dan melibatkan mereka untuk membantumu mengerjakan suatu tugas.
  • Pemimpin harus cukup dekat dengan yang dipimpinnya agar bisa memahami kondisi mereka, tetapi harus cukup jauh juga agar bisa memotivasi mereka.
  • Kekuatan atau kekuasaan yang besar menciptakan tanggung jawab yang besar pula.
  • Dalam bahasa yang paling sederhana, pemimpin adalah orang yang tahu benar kemana dia ingin pergi, lalu bangkit dan mulai berjalan.
  • Contoh, teladan, itulah bentuk kepemimpinan terbaik.
  • Semua orang bisa menghadapi kesengsaraan. Jadi untuk menguji seberapa kuat karakter / watak seseorang, berikan dia kekuasaan.
  • Seorang boss akan bilang, “Pergi!”, sementara seorang pemimpin akan berkata, “Ayo kita pergi!”.
  • Orang bertanya apa bedanya seorang pemimpin dan seorang boss (atasan).
    • Bedanya adalah, seorang (pemimpin) memimpin, yaitu membuat orang melakukan sesuatu dengan memberi contoh dan melakukan sendiri juga apa yang dilakukan pengikutnya. Pemimpin membuat yang dipimpin melakukan sesuatu dengan suka hati karena inspirasinya.
    • Sementara boss (atasan) membuat orang lain melakukan sesuatu dengan menyuruh mereka melakukannya tidak peduli mereka suka atau tidak.
  • Pimpin dan inspirasi orang. Jangan coba untuk mengatur dan memanfaatkan mereka.
  • Barang-barang (inventories) bisa diatur dan dimanfaatkan, tetapi orang, manusia, harus dipimpin.
  • Kepemimpinan berarti memecahkan masalah.
  • Hari ketika para bawahan Anda berhenti membawa permasalahan mereka kepada Anda adalah hari ketika Anda berhenti menjadi pemimpin mereka.
  • Bisa jadi bawahan Anda tadi tidak percaya lagi akan kemampuan Anda menolong memecahkan masalah mereka, atau bisa jadi mereka menyimpulkan bahwa Anda tidak peduli lagi akan semua permasalahan mereka.
  • Yang manapun alasan mereka berhenti menghadap Anda untuk semua masalah mereka, itu adalah tanda kegagalan kepemimpinan Anda.
  • Kau tidak memimpin dengan cara menindas orang, itu kekerasan namanya, bukan kepemimpinan.
    Bersikap baiklah selalu, karena semua orang yang kau temui punya masalah berat mereka sendiri-sendiri.
  • Bantulah seseorang untuk maju. Kau akan selalu lebih tinggi dari orang lain bila ada orang lain yang berdiri di atas pundakmu.
  • Anda tidak perlu memiliki jabatan atau posisi tertentu untuk bisa menjadi pemimpin.
  • Tidak bisa menjadi pemimpin besar seseorang yang ingin mengerjakan semuanya sendiri, atau seseorang yang ingin mendapatkan semua pengakuan atas tindakannya tersebut.
  • Pemimpin adalah mereka yang mampu melihat lebih banyak dari orang lain, yang mampu melihat lebih jauh daripada orang lain, serta mampu melihat segala sesuatu sebelum orang lain.
  • Pemimpin mencapai suksesnya melalui pelayanan kepada orang lain, bukan dengan mengorbankan orang lain.
  • Untuk bisa memimpin orang lain, menjadi ujung tombak di barisan terdepan, seorang manusia harus mau dan berani maju sendirian.
  • Pemimpin mengambil keputusan yang akan membentuk masa depan sebagaimana yang mereka inginkan.
  • Kepemimpinan adalah kemampuan mendapatkan hasil/pencapaian luar biasa dari orang-orang biasa.
  • Kepemimpinan adalah seni meminta seseorang melakukan sesuatu yang ingin kau lakukan, tetapi orang tersebut merasa senang seolah melakukan sesuatu yang mereka inginkan sendiri.
  • Kualitas seorang pemimpin bisa dilihat dari standard yang mereka tetapkan untuk diri mereka sendiri.
  • Tugas seorang pemimpin adalah membawa orang dari tempat mereka berada sekarang ke tempat yang belum pernah mereka datangi. (Dengan kata lain, tugas pemimpin adalah memotivasi orang untuk melakukan pencapaian terbesar yang belum pernah mereka capai sebelumnya.
  • Kepemimpinan memiliki tugas yang lebih berat dari sekedar menentukan pihak mana yang harus dipilih. Kepemimpinan harus mempersatukan semua pihak.

20 Kata Kata Bijak Menuju Sukses

  1. Sebelum anda belajar dari kesalahan masa lalu anda, anda belum layak untuk sukses
  2. Anda harus berani untuk mencari hal-hal baru. Jika tidak maka orang lain yang akan menemukan hal-hal baru tadi.
  3. jika anda mencintai pekerjaan anda, anda akan melakukannya bagaikan sedang bermain. Dan anda akan mencapai kesuksesan bagaikan sedan perjalanan liburan
  4. pastikan pekerjaan anda adalah sesuatu yang anda cintai
  5. tidak cukup hanya bekerja keras. Tapi harus disertai kerja ikhlas. Dan sepertinya itu juga tidak cukup, anda harus kerja ikhlas
  6. apapun yang anda lakukan pasti memiliki hasil. Jika anda berusaha, akan melahirkan kesuksesan. Dan jika anda bermals-malasan, akan melahirkan penyesalan
  7. jangan duduk menunggu peluang, karena ia tidak datang kepada semua orang. Tapi berjalalan dan kejar peluang tadi. Karena kesempatan suka orang yang bergerak
  8. jika anda telah merasakan kesuksesan maak anda harus bersyukur. Jika anda belum sukses, maka anda tetap harus bersyukur, karena ini akan membuat anda meraih kesuksesan
  9. sukses bukan kebetulan. Tapi sebuah pahatan patung, yang setiap detailnya ditentukan oleh perbuatan anda.
  10. kegagalan adalah alat untuk menjadi kuat. Sukup kuat untuk melewati ujian selanjutnya
  11. resep dahsyat untuk sukses adalah “persisten”. Saat anda memilikinya tak ada lagi yang mampu menjatuhkan anda
  12. sukses memiliki harga, dan anda harus membayarnya. Gagal total juga memiliki harga, celakanya adalah anda telah berkali-kali membayarnya.
  13. mengapa anda ingin sukses?, karena anda ingin merasa bahagia. Tapi justruperasaan bahagia yang dirasakan tiap harilah yang menjadikan kita sukses.
  14. untuk mencapai kesuksesan, anda akan mengalami beberapa kekecewaan. Tindakan anda menghadapi kekecewan tadi, akan menentukan kuantitas dan kualitas kesuksesan anda
  15. semua orang memiliki hak untuk sukses, dan juga mampu untuk sukses. Tapi sukses tadi tidak gratis, dan banyak orang yang tidak mau membayar.
  16. kapan anda betul-betul gagal? Bukan saat usaha yang anda lakukan tidak berhasil, tapi saat anda tidak lagi bergerak mencapai tujuan mu
  17. jika kita sedang jatuh kemudian belajar dan bangkit, itu lebih daripada hidup tanpa ujian sama-sekali
  18. sukses adalah kumpulan dari semua aktifitas dari dulu sampai sekarang. Jika aktifitasmu tadi bernilai bagus, maka anda sukses. Jika tidak, berarti anda sedang gagal
  19. Sukses adalah perjuangan, karenanya sukses tidak ada tanpa perjuangan.
  20. kapan orang bodoh mengalahkan orang pintar. Saat orang bodoh tadi terus bergerak, dan orang pintar tadi berhenti bergerak

Kisah Sukses 3

Dewandra-Djelantik-3Dari bìdikan lensanya, berlembar-lembar rupiah dan networking dengan agensi-agensì foto terkemuka pun mengalir dengan derasnya.
Kantornya tak begitu besar, berada dalam satu kompleks rumah pribadi dibilangan pulau Natuna Denpasar. Dari sanalah, seorang Dewandra Djelantik mengendalikan Bisnis Jasa Photography.
Orderan photoshoot berdering, aktivitas editing hingga perumusan konsep-konsep kreatif untuk project fotografinya pun mewarnai hari-hari Dewandra Djeiantik Photography.
Nama Dewandra sendiri mungkin belum terlalu familiar ditelinga orang awam, namun dimata para pencinta fotographi, model selebritis, expatriat di Bali, Dewandra Djelantik adalah salah satu fotografer paling berbakat yang pernah dimiliki Bali.
Namanya melejit di Dunia photography international lewat pameran dan publikasi foto – fotonya di beberapa Media kondang. Penelope Cruz, Tara Reid dan model-model tersohor dunia lainnya pun pernah ia abadikan dengan bidikan kameranya.
Pria Kelahiran 7 Desember 1977 ini sehari-harinya berkutat dengan berbagai kegiatan photoshoot untuk Fashion, Restoran, Hotel, produk, dan sebagainya.
Pangsa pasarnya yang membidik kalangan internasional membuat portofolio bisnis fotografi milik putra dariA.A Gede Sudewa Djelantik ini pun semakin kokoh dan menjanjikan.
Berawal dari sebuah hobi tanpa pendidikan formal tentang fotografi, alumni SMAN 1 Denpasar ini pun menekuni bidangnya secara otodidak dan terbukti berhasil Menguasai pasar fotografi kelas premium di Bali. Apa rahasianya?
Dewandra Djelantik pun membagi kisahnya tentang awal mula kewirausahaan di bidang jasa fotografi yang didirikannya tersebut, serta strategi jitu yang ia gunakan untuk tetap bisa survive di jalur passionnya tersebut.
Berikut petikan lengkapnya!
Jadi bagaimana ceritanya Anda bisa jatuh cinta dengan fotografi?
Saya begitu pertama ketemu dengan yang namanya fotografi itu seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, hehehe. Dari SD sih saya sudah senang banget fotografi, tapi saya baru punya kamera pertama yang pocket itu sejaksaya SMP. Jadi ceritanya begini, saya memang dari kecil senang foto, karena pengaruh dari kakek saya yang juga hobi foto.
Dewandra-Djelantik-1Beliau kemana-mana menenteng kamera, sibuk sendiri dengan kameranya. Saya jadi tertarik melihatnya, karena sepertinya kok seru banget. Setelah kakek saya tiada, hobi fotografi ini diturunkan juga ke ayah saya. Ayah saya senang motret, tapi tidak sesenang kakek saya dulu, jadi akhimya saya yang malah sering ambil-ambil kamera Ayah dan saya pinjam. Sampai akhirnya , beliau menyadari bahwa hasil foto-foto saya lumayan bagus. Akhirnya Ayah membelikan saya camera pocket untuk saya sendiri. Saya juga setiap tahun melengkapi diri saya dengan kamera, baik meminjam punya Ayah, punya Kakek, atau milik saya sendiri.
Menurut Anda, apa yang menarik dari fotografi?
Saya senang fotografi karena dengan fotografi kita bisa merekam suatu momen dan kita bisa ingat terus. Momen itu kan, tidak akan pernah bisa terulang lagi, walaupun gerakannya persis sama dan tempatnya persis sama. Momen itu tidak akan ada yang sama. Dengan fotografi, kita bisa merekam dan mengabadikan momen itu. Inilah yang menjadi alasan, mengapa saya senang dengan fotografi, apalagi kalau saya bisa membuat suatu foto itu berbicara.
Awalnya Anda paling senang foto objek seperti apa?
Pertama saya paling senang foto makro. Jadi, saya senang foto sesuatu yang kecil begitu. Foto makro ini juga bisa memotret apapun yang ada di sekitar kita, jadi gampang. Selain itu saya juga senang memotret orang. Jadi saya foto bapak saya, ibu saya, adik-adik saya, bahkan sampai anak-anak asuh yang ada di rumah saya. Itu saja sih, objek-objek saya dulu. Sampai pada akhirnya waktu saya sekolah saya bertemu dengan teman-teman yang juga suka dengan fotografi. Dari sana kami mulai mencari objek-objek baru untuk difoto, misalnya landscape, human interest, dan sebagainya.
Sebelum berkarir di bidang fotografi, apakah Anda pernah mencicipi pekerjaan di bidang lain?
Dulu sebenarnya saya berbisnis di bidang komputer. Saya lulusan IT di Surabaya. dan akhirnya bergerak di bidang software disana. Saya pulang ke Bali sehabis menikah, terus terang dalam keadaan broke karena ditipu orang di Surabaya. Pertama saya di sini kasarnya jual pulsa, modem, macam-macam deh. Saya beli di Jakarta dan kemudian saya bawa pulang, jual-jual disini. Saat itu saya juga sering foto-foto, tapi belum dibayar.
Apa yang akhirnya membuat Anda memutuskan untuk menjadi Fotografer Profesional?
Setelah pulang ke Bali saya berpikir, mau mengerjakan apa ya habis ini?! Saat itu, bisnis komputer memang sudah mulai banyak. Saya jadi lumayan sering foto-foto untuk teman-teman saya, dan ternyata banyak yang suka. Sampai suatu saat, saya bertemu dengan orang Spanyol yang kebetulan memiliki beberapa hotel di sini.
Saya menunjukkan foto-foto saya ke beliau, dan beliau suka dengan foto-foto saya. Beliau mengusulkan saya jadi fotografer profesional saja. Pertama saya ragu, masa sih foto kayak begini laku? Beliau akhirnya menawarkan saya untuk mengambil beberapa foto untuk hotelnya yang ada di Bali. Setelah jadi, beliau sangat senang dengan hasilnya dan kembali mengusulkan saya agar saya menjadi fotografer profesional. Saya akhirnya memutuskan untuk mencoba saja.
Lalu bagaimana ceritanya ketika awal-awal memulai karir di bidang fotografi tersebut?
Dewandra-Djelantik-2Orang Spanyol yang mengusulkan saya menjadi fotografer itu kemudian mengajarkan saya macam-macam dan memberitahu saya tips-tips berguna untuk sisi bisnisnya. Beliau yang memberitahu saya, agar jangan pernah menjual murah. Kalau saya tidak yakin dengan kemampuan saya sendiri, lebih baik kasih gratis saja daripada kelihatan murahan.
Untungnya, saat itu saya masih ada kerjaan lain yaìtu yang di bidang IT itu tadi, kalau itu tidak ada mungkin dulu saya sudah sempat jual murah juga kali ya, hehehe… Tapi ternyata apa yang dikatakan orang itu benar. Dengan cara saya tidak pernah menjual murah seperti ini, saya menempatkan diri saya di suatu level tertentu.
Juga pada saat itu, tahun 2003, di Indonesia ini ada yang namanya fotografer.net. Itu adalah tempat berkumpulnya fotografer – fotografer, mulai dari yang baru belajar sampai yang sudah senior. Disanalah saya bertemu dengan teman-teman fotografer saya, dan kami membentuk komunitas.
Kalau ada yang datang ke Bali saya temenin, sekalian belajar dari mereka cara untuk menjadi profesional. Selain itu saya juga belajar hal-hal yang tidak disenangi klien dari fotografer, dan hai itu saya catat dan saya jadikan formula untuk saya menjadi fotografer nanti. Akhirnya saya coba, dari satu klien ke klien yang lain, dan ternyata mereka semua senang dengan hasilnya. Saya selalu minta kritik dan masukan dari mereka, hingga sampai saat ini.
Ngomong-ngomong apakah Anda memang sudah membekali diri dengan kamera dan alat-alat pendukung untuk pemotretan profesional di awal-awal karir Anda?
Wah, dulu alat saya minim sekali, karena kan mahal banget. Tapi dulu saya dibantu oleh teman saya, Pak Adrianto, pemilik Sosis Aroma. Beliau punya alat canggih-canggih. Sayangnya beliau sering beli tapi nggak pernah dipakai, dan bahkan kadang-kadang nggak tahu cara pakainya, hehehe… Malah justru kadang-kadang saya yang disuruh cobain alat-alatnya beliau. Jadi kadang kalau saya lagi ada kerjaan yang butuh alat-alat tersebut, saya sering pinjam ke Pak Adrianto dan beberapa teman lain, nggak pakai kamera sendiri. Tapi kalau dari klien ngelihatnya, “wah profesional banget ya orang ini alatnya canggih!”
Tapi dari sana kalau saya punya uang, saya sisihkan sedikit setiap kali sampai lama-lama terkumpul, kemudian saya beli kamera dan sebagainya untuk menambah alat-alat saya sendiri. Setiap ada pekerjaan yang membutuhkan alat tertentu, saya langsung nabung untuk beli alat tersebut. Nggak berani kredit, karena waktu itu kan pekerjaan masih belum menentu. Kalau sekarang, saya sih banyak dibantu oleh Canon. Saya sering bicara untuk Canon, sehingga saya sering dikasih kamera dan alat-alat dari Canon.
Kira-kira di tahun berapa bisnis fotografi Anda sudah bisa dikatakan benar-benar stabil?
Bisnis ini benar-benar sudah lengkap kira-kira sekitar tahun 2006. Sekitar tahun 2007, saya sudah mulai berani membayar pajak, dan tahun 2008 saya sudah mempunyai dua asisten. Sekarang, asisten saya sudah berjumlah sebelas orang. Nggak kerasa sih pertumbuhannya, soalnya prosesnya pelan-pelan. Sekarang saja, saya nggak tahu saya adadi level mana,yang penting saya jalani saja terus.
Hai apa saja yang harus diperhatikan oleh fotografer kalau ingin menjadi seorangyang profesional?
Fotografi itu adalah sebuah protesi yang sangat unik, karena bisa dibilang industri fotografi itu adalah art. Kalau fotografer yang memang untuk art, terserah dia kapan dia mau foto. Tapi kalau fotografer profesional yang komersial, kita harus pintar-pintar mengatur mood kita. Saya menyebutnya manajemen mood. Kadang-kadang kan, pasti ada perasaan jenuh dengan pekerjaan. Sebagai fotografer profesional yang baik, kita harus bisa mengatur mood kita itu, karena kalau mood kita jelek, akan sangat jelas terlihat di hasil fotonya. Apalagi ketika klien datang dengan konsep yang berbeda dengan konsep kita, disanalah kita harus belajar untuk mengontrol mood kita.
Lalu bagaimana cara mengontrol mood tersebut?
Kalau saya sih belajar mengontrol moodu dengan yoga dan meditasi. Sampai sekarang, saya masih belum menemukan cara lain yang lebih baik daripada itu.
Selain mood management, apakah ada lagi yang harus diperhatikan?
Satu lagi tentunya manajemen uang. Hal ini selalu menjadi masalah di bidang usaha manapun, tetapi untuk bidang fotografi itu sedìkit lebih susah, karena fotografi itu kan seni. Orang seni itu biasanya lebih mementingkan seni dibandingkan uang, jadi hai itu sudah bukan prioritas pertama lagi. Apalagi kalau punya uang dikit-dikit sudah ingin beli kamera lagi. Makanya saya menyerahkan masalah keuangan ke asisten dan istri saya. Saya lepas masalah itu, yang penting di dompet saya ada uang dan kalau saya swipe kartu kredit bisa, hehehe…
Bagaimana dengan manajemen waktu? Apakah hai itu juga penting untuk fotografer?
Sangat penting. Agar orang percaya dengan kita, kita harus bisa tepat waktu dalam segala hai. Mulai dari meeting, waktu photoshoot, dan editing. Kalau bilang sama klien selesai dalam tiga hari, ya harus selesai dalam tiga hari dan hasilnya harus akurat. Semakin akurat kita, semakin banyak klien yang senang. Setelah saya bertanya ke banyak orang, orang-orang senang fotografer yang cepat. Untuk melakukan hai ini, saya sampai harus merekrut tiga orang untuk mengedit foto-foto saya agar bisa memproses hasil photoshoot dengan cepat dan tepat waktu.
Bagaimana cara Anda menentukan harga untuk jasa fotografi Anda sendiri?
Pertama kali saya memasang harga, justru disarankan dari klien. Saya yang bertanya kalau pekerjaan seperti yang mereka minta kira-kira budget-nya berapa. Klien saya memberitahu saya harga yang mereka dapat dari fotografer yang lain, dan saya akhirnya memutuskan untuk menyamakannya saja. Dalam hati saya kaget juga, ternyata lumayan banyak.
Setelah itu, saya melihat kira-kira biaya saya untuk mengerjakan pekerjaan itu berapa, dan setelah itu saya mikirin di pasar kira-kira pekerjaan itu dihargain berapa sama orang-orang. Kemudian saya coba-coba saja, sih. Misalnya saya mengeluarkan satu angka di satu klien. Kalau klien tidak terlalu gampang
bilang iya tapi tetap setuju, berarti harganya pas. Kalau klien sudah langsung menyambar harganya dan setuju, nah, itu berarti kemurahan. Saya coba hai ini di beberapa tempat. Harga saya juga nggak gila-gila banget, kok. Kalau harga yang saya pasang sudah nggak kesentuh lagi sama pasar kan, saya cari kerjaan juga susah.
Dalam bidang fotografi, perlu tidak menggunakan strategi marketing?
Perlu sih, tetapi cara marketing-nya fotografer itu beda dan unik dibandingkan bidang usaha lainnya. Kalau untuk fotografer, cara marketing yang palingampuh itu ya dari mulut ke mulut. Karena fotografi itu artjadi itu melibatkan toste para klien. Hai
ini tidak bisa dikomunikasikan lewat iklan-iklan seperti misalnya iklan bank. Strategi marketing para fotografer itu lebih ke arah dari mulut ke mulut, bicara di suatu tempat atau acara, atau juga bisa ngeblog atau social media, misalnya saya foto dan setelah itu saya masukkan ke Instagram. Cara-cara ini lebih ampuh dibandingkan iklan.
Kami dengar Anda juga senang foto figur perempuan yang nu-de. Bisa tolong ceritakan sedikit?
Oh, iya. Jadi ceritanya saya itu memang senang dengan sculpture, patung yang nu-de itu. Saya mikir, kalau figur perempuan difoto nu-de seperti sculpture begitu bagus juga ya, seperti nu-de art. Jadi akhirnya saya coba sebagai personal project. Mungkin beritanya tersebar dari mulut ke mulut, akhirnya ada juga klien yang minta untuk difoto nu-de dan dia mau bayar, karena dia sudah lama mencari-cari fotografer yang bisa foto nu-de dan tentunya bisa dipercaya.
Saya pertama mengira bisnis nu-de photography itu bukan bidang yang menjanjikan, tapi ternyata banyak sekali yang berminat. Kliennya iokal ada, internasional pun ada. Kebanyakan ingin foto nu-de untuk koleksi pribadi. Sekarang, saya misalnya kerja seminggu empat kali atau lima kali, dua harinya saya memotret nu-de. Dari sana saya jadi mulai belajar anatomi tubuh juga, supaya tahu bagaimana cara memotret nu-de supaya hasilnya bagus.
Awalnya merasa risih nggak saat pertama kali melakukan photoshoot nu-de!
Untuk pertama kalinya pasti merasa aneh, ya. Tetapi saya sudah janji kok ke istri saya untuk tidak pernah foto nu-de sendiri. Saya harus ditemani oleh seorang asisten. Kalau klien tidak mau asisten laki-laki, saya juga punya asisten perempuan. Yang mengedit hasil foto yang nu-de juga bukan saya, tapi asisten saya yang perempuan.
Selain Dewandra Djelantik Photography ini, apa Anda punya usaha lainnya?
Sekarang saya punya asosiasi yang bernama Tree, berupa manajemen fotografi. Jadi saya mengajak teman-teman saya yang punya visi sama, dan saya kebetulan menjadi kepalanya. Semua pasar yang ada di Bali ini saya siapkan di dalam asosiasi ini. Contohnya, ada fotografer untuk perhiasan. Dia Jago sekali di dalam bidangfoto untuk perhiasan, tidak ada yang bisa menandingi dia di dalam bidang itu. Saya rekrut orangnya dan jika saya dapat klien yang meminta foto perhiasan, saya berikan pekerjaan itu ke dia. Ada juga yang khusus foto anak-anak, khusus foto binatang, dan macam-macam.
Kalau secara pribadi, styte fotografi Anda sejujurnya lebih mengarah ke seperti apa?
Nah, ini susahnya fotografer komersial. Kami nggak boleh punya style. Kami harus mengikuti klien maunya apa, jadi kerjanya by request. Kalau saya pribadi sih senangnya foto nature, tapi saya nggak boleh maksain. Sebagai seorangfotografer komersial saya harus bisa mengikuti pasar, walaupunjadinya nggak ada spesifikasi, tapi fotonya menjual dan informatif.
Apakah fotografer kita bisa bersaing dengan fotografer luar, karena banyak kasus di Bali dimana kaum ekspat malah justru cenderung menggunakan jasa fotografer asing ketimbang fotografer lokal sendiri.
Apa masalah sesungguhnya?
lya itu memangseringterjadi, biasanya untuk pemotretan fashion kebanyakan. Banyak teman-teman fotografer lokal yang kesal memang, namun mereka nggak bisa berbuat apa-apa, karena mereka tak mampu bersaing untuk itu. Hai itu yang sering saya singgung ke teman-teman saya, bahwa inilah kelemahan kita.
Jika kita tak senang orang-orang asing itu menjajah kita, meremehkan kita lagi, kita harus smart untuk menghadapi itu. Makanya, karena itu saya juga masuknya ke komunitas bule. Jadi setiap harinya, ya saya hanya beredar di komunitas itu saja, Saya foto di hotel itu, vila itu, restoran itu, otomatis ya saya ketemu orang-orang dari komunitas itu. Terkadang juga teman-teman di sini nggak mau belajar ya untuk melihat foto- foto di luar sana, mereka masih saja pakai patokan yang di dalam negeri. Nah itu kan kembali lagi kita harus bisa menyesuaikan dengan taste -nya klien yang notabene orang asing itu. Kita harus bisa membaca maunya mereka itu seperti apa. Kita bisa mulai dari membaca majalah-majalah luar, melihat tren yang sedang berkembang di dunia. Kita orang Indonesia juga dikenal pemalu, nggak suka banyak omong, mungkin ini juga yang membuat mereka underestimate ke kita. Tapi meski kita diam seperti itu, kita juga tetap harus bisa menunjukan kualitas kita sama mereka.
Bisa ceritakan mimpi atau cita-cita Anda yang belum terwujud?
Saya ingin membuat Bali menjadi sentral photography destination untuk orang-orang luar. Saya mau mengambil pasar untuk luar negeri, dan kita bikin coaching clinic untuk orang-orang yang mau belajar foto dan punya foto yang bagus di Bali. Jadi kita bikin satu sentral yang berisi guru-guru yang bisa mengajarkan fotografi ke mereka dan sekalian juga mengantarkan mereka keliling Bali. Cuma masalahnya, saya masih belum ketemu orang untuk mengatur ini. Kan, nggak mungkin saya yang anterin mereka keliling-keliling Bali.
Selain itu, saya juga ingin mengembalikan wibawa kampung saya Karangasem. Bukan mengembalikannya seperti kerajaan dulu, tapi sekedar mengembalikan wibawanya saja. Tapi untuk melakukan hai ini, saya harus mulai dari dalam dulu, yaitu dari orang-orangnya. Saya juga berusaha mengikuti usul Pak Hermawan waktu itu, yaitu untuk mencari orang-orang dari luar dan menempatkannya di Karangasem supaya mereka bisa memberikan sesuatu untuk Karangasem. Dan branding project untuk Karangasem itu sendiri baru mulai saya realisasikan.

Kisah Sukses 2

Kisah Ratna Meraihkan Sukses dari Botol BekasMungkin Sebagian orang menganggap botol-botol bekas adalah sampah yang tidak berguna. Namun bagi Ratna Miranti botol bekas adalah barang yang sangat berarti.
Ia mampu mengubah barang itu menjadi sesuatu yang amat bernilai. Sebagai seorang perajin lukisan di atas kaca, botol, gelas dan barang yang terbuat dari kaca lainnya.
Ratna mengawali karirnya sejak tahun 2009, bisnisnya dimulai dari sebuah kecelakaan. Ia sebelumnya berprofesi sebagai perajin batik. Ratna dulunya suka membatik. Tapi batik makin kesini makin banyak dan makin ketat. Akhirnya saya vakum 2 tahun karena mengurus anak,” tutur Ratna.
Ratna memutuskan untuk memulai usahanya lagi. Namun, pada saat ingin membeli bahan baku cat untuk batik, ia malah membeli cat untuk kaca. Ia pun iseng-iseng, mencoba melukis di atas kaca.
Saya salah beli, Malah beli untuk cat kaca. Tapi saya coba untuk buat di botol, di gelas. Ternyata temen-temen suka,” tutur Ratna.
Ratna Meraihkan Sukses dari Botol BekasNamun, kejadian itu tak serta merta membuat dirinya percaya diri untuk menumbuh kembangkan usahanya menjadi besar. Pada saat itu, Ratna masih menjual produknya berdasarkan pesanan konsumen.
“Saya bikin dulu, karena pada dasarnya saya hobi melukis. Waktu itu bertepatan sama Natal, jadi banyak pesanan bernuansa Natal. Pemasaran saya masih mulut ke mulut, di blog, atau bawa ke tempat ibu-ibu arisan,” papar Ratna.

Pameran Membawa Berkah

Barulah pada tahun 2010, genap setelah usahanya berusia 1 tahun, dia mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran Inacraft di Jakarta. Disitulah kesempatan besar bagi Ratna untuk memperkenalkan produknya.
Untuk mengembangkan usahanya itu dia mendapatkan suntikan modal dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui programnya yaitu Unit Layanan Mikro Madani sebesar Rp 50 juta.
“Untuk nambah modal. Biaya bahan baku dan yang lain,” ucapnya. Sampai saat ini, omzet yang didapat Ratna dengan produknya yang dinamai ‘Meerakatja’ ini mencapai Rp 30 juta/bulan. Padahal sebelum menjadi besar, dia hanya bisa meraup Rp 3-5 juta per bulan.
Kisah Ratna Meraihkan Sukses dari Botol Bekas1“Awalnya omzet Rp 3 juta, paling tinggi Rp 5 juta. Karena jualnya juga perorangan. Modal awalnya juga pertama Rp 500 ribu,” katanya.
Untuk urusan bahan baku, Ratna mengaku tak kesulitan. Ia pun sering memesan botol-botol bekas penjual jamu. Namun untuk catnya, Ratna menggunakan cat yang diimpor dari Jerman melalui distributor langganannya. Tak hanya melukis di atas botol, Ratna pun menerima pesanan untuk melukis interior rumah berbahan baku kaca, kaca cermin, vas bunga, gelas, tempat lampu, guci dan lain sebagainya.
“Harganya dari Rp 25 ribu hingga Rp 2,5 juta,” ucapnya. Produknya ini masih banyak tersebar di wilayah Jakarta dan Bandung. Beberapa produknya pun telah masuk pasar internasional. Namun, ia tidak secara langsung mengekspor produknya ke luar negeri, melainkan melalui perantara.
Kisah Ratna Meraihkan Sukses dari Botol Bekas2“Kalau yang namanya benar-benar ekspor sih belum. Tapi ada pesanan beberapa orang untuk tujuannya ke luar, Kanada, Jerman, tapi tetap Saya berhubungannya dengan orang Jakarta,” papar Ratna.
Sampai saat ini, Ratna memiliki 3 pegawai tetap yang bekerja sebagai pemberi warna pada karyanya. Urusan desain dan lukisan dasar, Ratna lah yang turun tangan. “Kalau pesanan lagi banyak, kita bisa sampai 15 orang,” cetusnya. Jika tertarik dengan hasil karya Meeraktja ini, anda bisa langsung datang ke Jalan Sangkuriang O-2, Bandung

Kisah Sukses 1

Nyonya Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, Bagi warga Jakarta sudah pasti mengenal Taksi Blue Bird, ya sebuah armada taksi yang banyak bersleweran di kota jakarta, dan sudah merupakan salah jenis kendaraan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di ibukota Jakarta. Pendiri Taksi Blue Bird adalah seorang perempuan pejuang dari Malang bernama Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono yang dilahirkan di Malang pada 17 Oktober 1921. Berasal dari keluarga berada, namun pada usia 5 tahun keluarganya bangkrut. Kehidupan berubah drastis. 

Dari seorang gadis cilik yang dikelilingi fasilitas hidup naik kemudian menjadi miskin. ia kemudian meniti bangku sekolah dalam kesederhanaan luar biasa. Banyak hal yang mencirikan kesederhanaan hidup Bu Djoko semasa kecil. Makanan yang tak pernah cukup, pakaian seadanya, tak pernah ada uang jajan. Hidup betul-betul bertumpu pada kekuatan untuk tabah. 

Menginjak remaja ketegaran semakin terasah. Ia bertekad memperkaya diri dengan ilmu dan kepintaran. Di saat yang sulit itu ia berusaha merengkuh bahagia diantaranya banyak membaca kisah-kisah inspiratif yang diperoleh dengan meminjam. Salah satu kisah legendaris yang selalu menghiburnya adalah "Kisah Burung Biru" atau "The Bird Happiness". Kisah tersebut dilahap berkali-kali dan selalu membakar semangatnya, penabur inspirasi dan pemacu cita-citanya.

Bu Djoko remaja menyelesaikan pendidikan HBS di tahun 30-an dan kemudian lulus Sekolah Guru Belanda atau Europese Kweekschool. Dengan tekad yang kuat ia meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Jakarta. Dan berhasil masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan menumpang di rumah pamannya di Menteng. 

Kemudian jalan hidup membawa berkenalan dengan Djokosoetono, dosen yang mengajarnya, yang juga pendiri serta Guberbur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Laki-laki itulah yang menikahinya selagi Bu Dkoko masih kuliah. Hingga dikaruniai 3 anak yaitu Chandra Suharto, Mintarsih Lestiani, dan Purnomo Prawiro. Sepanjang dasawarsa 50-an, Bu Djoko bersama keluarga melewatkan kehidupan yang sangat sederhana. Setelah lulus dari FHUI tahun 1952 dan langsung bekerja sebagai dosen di FHUI dan PTIK. 

Mereka kemudian menempati rumah dinas atas pekerjaan suaminya di jalan HOS Cokroaminoto Nomor 107, Menteng. Mereka dikepung oleh lingkungan yang mewah dan orang-orang dengan kemapanan materi di atas rata-rata. Sementara keluarga Djokosoetono praktis hanya memiliki uang kebutuhan berjalan. Untuk menambah penghasilan keluarga, Bu Djoko berjualan batik door to door. Tak ada gengsi, tak ada malu, tak ada rasa takut direndahkan oleh sesama isteri pejabat tinggi. Semuanya dilakukan murni sebagai kepedulian isteri untuk membantu suami mencari nafkah.

Namun penjualan batik yang sempat sukses kemudian menurun. Hingga Bu Djoko beralih kemudi berusaha telur di depan rumahnya. Realita berjualan telur menjadi pilihan bisnis yang brilian masa itu. Saat itu telur belum sepopuler sekarang. Masih dianggap bahan makanan ekslusif yang hanya dikonsumsi orang-orang menengah ke atas. Dengan lincah Bu Djoko mencari pemasok telur terbaik di Kebumen. 

Perlahan-lahan usaha telur Bu Djoko dan keluarga terus meningkat. Kegembiraan akan keberhasilan usaha menjadi berkabut lantaran kesedihan memikirkan sakit Pak Djoko meski pemerintah memberikan bantuan penuh untuk biaya perawatan Pak Djoko. Meski demikian, penyakit Pak Djoko tak kunjung sembuh, sampai akhirnya pada tanggal 6 September 1965 beliau wafat. Tak berapa lama setelah kepergian Pak Djoko, PTIK dan PTHM memberi kabar yang cukup menghibur keluarga. Mereka mendapatkan dua buah mobil bekas, sedan Opel dan Mercedes. Disinilah embrio lahirnya Taksi Blue Bird. 


Pada suatu malam, Bu Djoko mulai merancang gagasan bagi operasional taksi yang dimulai dengan dua buah sedan pemberian yang dimiliki. Ia mengkhayalkan taksinya menjadi angkutan yang dicintai penumpangnya. Apa sih bisnis taksi itu ? Tentu ia mendambakan keamanan dan kepastian. Apa jantung dari usaha itu ? Pelayanan, tidak lebih. Lalu bagaimana agar bisnis itu tidak hanya sukses melayani penumpang tapi juga sukses mendulang keuntungan? Buat manajemen yang rapi. 

Dalam wacana yang sangat sederhana, Bu Djoko menyusun konsep untuk menjalankan usaha taksinya. Setelah memikirkan mobil dan cara mengelola, ia memikirkan pengemudi. Bagaimana menciptakan aturan main kerja sehingga pengemudi merasakan cinta saat bertugas? Bu Djoko dengan cepat menjawab pertanyaannya sendiri. Ia memperlakukan mereka seperti anak-anaknya sendiri. Pengemudi itu akan dididik dengan baik, dibina, dirangkul untuk sama-sama berkembang. Setelah puas menuangkan tentang hal-hal yang ia kerjakan, Bu Djoko tertidur dengan perasaan bahagia.

Inilah fase yang penting dalam sejarah kelahiran Blue Bird. Yakni ketika Bu Djoko menatap memulai bisnis taksi dalam rancangan idealisme yang ia buat. Walau bermodal dua mobil saja, tapi visinya sudah jauh ke depan. Dibantu ketiga anak dan menantu maka dimulailah usaha taksi gelap Bu Djoko. Uniknya usaha taksi terebut menggunakan penentuan tarif sistem meter yang kala itu belum ada di Jakarta. Untuk order taksi, ia menggunakan nomor telefon rumahnya. 

Karena Chandra ditugaskan menerima telepon dari pelanggan maka orang-orang menamakan taksi itu sebagai Taksi Chandra. Taksi Chandra yang hanya dua sedan itu kemudian melesat popular di lingkungan Menteng karena pelayanan yang luar biasa. Order muncul tanpa henti. Dari hasil keuntungan saat itu, BU Djoko bisa membeli mobil lagi. Kombinasi antara Bu Djoko yang berdisiplin tinggi dan penuh passion dalam menjalankan usahanya berpadu harmonis dengan pembawaan Chandra yang cermat dan tenang. Semua problem dalam menjalani usaha taksi dibawa dalam rapat keluarga untuk dicari solusinya.

Permintaan akan Taksi Chandra terus mengalir. Usaha yang semula ditujukan untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga, kemudian berkembang menjadi bisnis yang amat serius. Beberapa mobil yang telah dimiliki dirasa kurang mencukupi. Titik layanan kian melebar, tak hanya di daerah Menteng, tebet, Kabayoran Baru dan wilayah-wilayah di Jakarta Pusat, tapi juga sampai ke Jakarta Timur, Barat dan Utara. Di era akhir dlamiah keluarga Bu Djoko tengah mempersiapkan asawarsa 60-an secara alamiah memasuki babak baru yang sangat penting. Sebuah fase dimana kehidupan berbisnis tidak lagi sekedar “aktivitas keluarga” untuk emnambah rezeki. Pada tahun-tahun menjelang 1970 relaita membuktikan bahwa mereka mampu memebsarkan armada dan mendulang keuntungan yang signifikan. Mereka bisa menambah jumlah mobil sendiri lebih dari 60 buah.


Memasuki dasawarsa 70-an, sebuah kabar gembira berkumandang. Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta saat itu mengumumkan Jakarta akan memberlakukan izin resmi bagi operasional taksi. Didasari kenyataan bahwa masyarakat Jakarta sangat membutuhkan taksi. Peluang ini direspons dengan insting luar biasa dari Bu Djoko. Maka memasuki tahun 1971, dengan spirit penuh ia segera berangkat ke DLLAJR untuk mendapatkan surat izin operasional. Namun anti klimaks dari harapan, Bu Djoko selalu ditolak karena alasan bisnis dia masih kecil. Memang saat itu yang mendaptkan izin adalah perusahaan-perusahaan yang pernah menjalankan bisnis angkutan besar. 

Namun Bu Djoko sosok yang tak kenal putus asa. Tak terhitung jumlahnya berapa kali dia selalu mengalami penolakan. Hingga terbersit ide brilian untuk mengumpulkan isteri janda pahlawan yang telah menitipkan mobil mereka untuk dikelola sebagai taksi. Diajaknyaa para janda pahlawan untuk bersama-sama menyerukan petisi kemampuan perempuan dalam meimpin usaha. Mereka mendatangi kantor gebernur dan menghadap langsung Ali Sadikin. Menghadapi orasi Bu Djoko, Ali Sadikin tersentuh dan menetapkan agar Bu Djoko diberikan izin usaha untuk mengoperasikan taksi. Sungguh sebuah pencapaian menggembirakan dari kesabaran bolak-balik melobi DLLAJR, walau akhirnya harus melalui pertemuan dengan Gubernur.

Bu Djoko tidak berminat bergabung. Ia lebih berpikir untuk mencari jalan bagi kemandirian bisnisnya. Tak ada jalan lain untuk menghubungi Bank. Yang terjadi kemudiana dalah sentuhan invicible hand yang bekerja dalam memudahkan Bu Djoko mendapat pinjaman Bank. Mantan murid suaminya dengan cepat membantu memuluskan proses di Bank dan pinjaman pun mengalir.Bagi Bu Djoko suatu yang sangat luar biasa. Di atas kertas sulit mendapatkan dana yang mencukupi untuk membeli 100 mobil. Tapi saat itu dia bisa! Di tahun itu pula Bu Djoko dan anak-anaknya bersiap mencari nama dan logo taksi. Taksi Chandra tetap dijalankan sebagai taksi per jam atau hourly. 

Sementara taksi baru di bawah PT Sewindu Taxi segera disiapkan namanya. Ide lagi-lagi datang dari Bu Djoko, hingga diberilah nama taksi Blue Bird. Dengan logo sederhana berupa siluet burung berwarna biru tua yang sedang melesat, hasil karya pematung Hartono. Logo itu seperti pencapaian yang membuktikan bahwa ia mampu menghidupkan cita-cita yang diteladankan kisah The Bird of Happiness.

Pada tanggal 1 Mei 1972, jalan-jalan di Jakarta mulai diwarnai taksi-taksi berwarna biru dengan logo burung yang tengah melesat. Taksi itu

mencerminkan semangat jerih dan idealisme yang dikobarkan Bu Djoko. Bersama tim di PT. Sewindu Taxi, Ournomo pun mantap menjalankan tugas operasional perusahaan. Bisa dikatakan tahun-tahun 70-an merupakan masa penggodokan idealisme Blue Bird. Dalam kesederhanaan Bu Djoko memimpin perjalanan besar membawa Blue Bird siap mengarungi zaman. Dia menanamkan kepada awak angkutan bagaimana menumbuhkan sense of belonging yang tinggi terhadap Blue Bird dengan menjadi "serdadu-serdadu" tangguh dan penuh pengorbanan. 

Mereka menikmati masa-masa sangat bersahaja dimana teknologi sama sekali belum menyentuh Blue Bird. Di paruh kedua dasawarsa 70-an, kekuatan armada Blue Bird telah bertambah menjadi sekitar 200 lebih taksi. Pengelolaan yang sangat rapid an manajemen keluarga yangs ehat memungkinkan PT. Sewindu Taxi yang menaungi Blue Bird menambah armadanya. Mobil-mobil tersebut ditempatkan di dua pool yanga da, di jalan Garuda, Kemayoran dan di jalan Mampang Prapatan. Purnomo dipercaya untuk memimpin Blue Bird sebagai ditektur operasional, setelah sang kakak Chandra fokus di PTIK.

Setelah melewati tahun-tahun yang berat dalam menegakkan idealism di era 70-an, dasawarsa selanjutnya mulai disinari optimism yang lebih kuat. Nilai-nilai dan prinsip Blue Bird yang ditancapkan Bu Djoko telah berakar dan menghasilkan batang serta dahan yang sehat. Memasuki dasawarsa 80-an, Purnomo, Mintarsih dan Bu DJoko semakin memperkuat kekompakan. 

Chandra kadang-kadang ikut dalam diskusi selepas kesibukannya di PTIK. Sisa masalah dari tahun-tahun sebelumnya masih menjadi momok dan beberapa masalah krusial. Tapi Purnomo yang sudah dimatangkanoleh pengalaman era 70-an sudah jauh lebih percaya diri untuk menghadapi kesulitan di lapangan. Purnomo melewatkan tahun-tahun awal di dasawarsa 80-an dengan kerja uang luar biasa keras. Setelah 8 tahun bisa bertahan, wajah bisnis ini terlihat sangat jelas. Blue Bird bisa mengukur diri apakah mampu melanjutkan perjalanan atau tidak. Bu Djoko dan ketiga anaknya bertekad maju terus.



Pada tahun 1985, 13 tahun setelah Blue Bird lahir, armada bertambah gemuk, hamper mencapai 2.000 taksi. Keyakinan BU Djoko bahwa masyarakat perlahan tapi pasti akan mantap memilih Blue Bird dengan kualitas layanan proma dan sistem agrometer yang terpercaya akan terbentuk. Dan benar! Saat itulah muncul banyak taksi-taksi tanpa meteran. Ketika masyarakat memilih taksi meteran yang layak, pilihan jatuh pada Blue Bird yang telah mantap menjalankan sistem agrometer selama belasan tahun. Memasuki paruh kedua dasawarsa 80-an bisa dibilang Blue Bird terus memantapkan diri. 

Apresiasi masyarakat terbentuk, citra Blue Bird sebagai taksi ternyaman, teraman, dengan pengemudi yang santun telah dikenal luas dan menjadi suatu keyakinan yang mengakar. Inilah masa dimana operator Blue Bird sibuk melayani permintaan konsumen yang membeludak. Jumlah taksi terus bertambah mendekati 3.000 unit. Order terus meningkat. Blue Bird tak pelak menjadi pilihan para pemilik gedung-gedung seabagai taksi resmi di tempat mereka. Blue Bird berkibar di banyak titik penting di Jakarta.

Kemajuan demi kemajuan tak terbendung lagi di tubuh Blue Bird. Manajemen yang rapi, idelisme yang dijaga ketat, pengaturan finansial yang sangat matang dan strategi ekspansi yang arif, membuat langkah kemajuan Blue Bird begitu tertata dan sangat cantik. Perpaduan antara kekuatan karisma Bu Djoko, agresivitas dan kreativitas Purnomo, serta ketenangan strategi Chandra membuat Blue Bird di era 90-an menunjukkan perkembangan yang sehat. 

Faktor yang mempengaruhi kemajuan Blue Bird di era ini, tak pelak adalah kemajuan persepsi masyarakat. Sungguh tepat prediksi Bu Djoko tentang perusahaan taksi masa depan. Bahwa kelak di kemudian ahri, masyarakat akan mencari, membutuhkan, dan fanatic pada taksi yang teruji kualitas pelayanannya, aman, prima dan nayaman. Argometer yang dulu ajdi momok dan dianggap sebagai “mimpi di siang bolong” ternyata tak terbukti. Justru argometer yang dipakai Blue Bird menjadi standar paling fair yang dicari penumpang.

Inilah catatan penting dari perjuangan Bu Djoko dalam membidik sukses masa depan: kesabaran, teguh dalam prinsip, kepemimpinan yang tegas dan bijaksana serta profesionalisme. Setelah perjauangan berat di era 70-an dan 80-an, maka era 90-an memberikan Blue Bird Group manis buah yang manis. Perkembangan asset adalah hal yang paling menonjol jika membicarakan kemajuan Blue Bird di era 90-an. Jumlah taksi sebelum krismon mencapai hampir 5.000 mobil. Jumlah pool terus bertambah. Blue Bird pun berkembang di sejumlah Provinsi. Generasi 90-an akhirnya ikut merasakan bagaimana tegak di tengah kepungan terror pihak yang tak suka akan kehadiran Blue Bird. Sebuah inovasi baru juga dilakukan Blue Bird Group melalui peluncuran Silver Bird, executive taxi pada tahun 1993.



Di negara-negara lain tidak ada yang namanya executive taxi. Yang beredar adalah general taxi dengan batas tarif yang telah ditentukan pemerintah. Ide diawali oleh diadakannya KTT Non Blok yang digelar di Indonesia tahun 1992. Saat itu pemerintah menyediakan fasilitas mobil mewah untuk kebutuhan mobilitas semua peserta KK, yakni 320 sedan Nissan Cedric. Pemerintah akhirnya menunjuk Blue Bird menyediakan 320 pengemudi andal dan berpengalaman. Usai KTT, ratusan sedan mewah tersebut menganggur. Saat itu lahirlah pemikiran untuk menciptakan satu produk baru berupa taksi kelas eksekutif yang lebih mewah. Akhirnya Blue Bird membeli 240 dari 320 sedan mewah eks KTT dan menjadikannya sebagai Silver Bird.

Tanggal 1 Mei 1997, Blue Bird juga meresmikan kelahiran Pusaka Group yang diniatkan menjadi generasi yang lebih segar dan dinamis dari armada taksi yang sudah ada. Hadirnya Pusaka Group yang menggulirkan taksi Cendrawasih dan Pusaka Nuri pada awalnya merupakan cita-cita Blue Bird untuk melahirkan generasi baru Blue Bird yang lebih modern. Sebagai perusahaan konservatif, Blue Bird sangat berhati-hati meluncurkan bisnis baru yang belum bisa dijamin nasib masa depannya. Maka mantaplah kemudian dilahirkan Pusaka Group sebagai anak perusahaan yang lebih dinamis, tidak konservatif, agresif bergerak di daerah dan dikelola murni oleh keluarga Bu Djoko. Pusaka Group ternyata menunjukkan keberhasilannya. Selanjutnya didirikan Golden Bird yang beroperasi di Bali. Diikuti daerah-daerah lain seperti Surabaya, Bandung, Manado, Medan, Palembang, dan Lombok.

Di dasawarsa 90-an kesehatan Bu Djoko merosot akibat serangan kanker paru-paru. Sosoknya bersemangat tak merasa tersudutkan oleh penyakitnya. Sambil terus memimpin perusahaannya, Bu Djoko menyediakan banyak waktu, perhatian dan tenaga untuk menyembuhkan penyakitnya. Tapi kanker paru-paru yang ddideritanya terlalu buas untuk tubuhnya yang semakin menua. Pada tanggal 10 Juni tahun 2000 ia menutup mata di RS Medistra. 

Sang Burung Biru itu telah pergi. Tapi ia meninggalkan sesuatu yang tak pernah terhapus waktu. Semangat murninya tidak hanya tersimpan di ahti anak-anak dan cucunya, tapi juga mengalir di segenap batin puluhan ribu karyawannya, mengudara di gedung-gedung dan pool Blue Bird dan melesat bersma taksi-taksi Blue Bird yang melintas di jalan-jalan. Blue Bird di era Millenium bagaikan burung yang terbang tinggi, melebarkan kepak sayapnya dan merambah cakrawala luas. Kehadiran para cucu, emningkatnya pengalaman Chandra dan Purnomo dan semangkin tingginya jam terbang karyawan membuat perusahaan ini terbaik di bidangnya. Pada dasawarsa keempat Blue Bird berjuang melintasi era teknologi canggih dan berusaha luwes.



Perusahaan ini telah berkembang sedemikian rupa seperti benih yang menumbuhkan batang kuat dan menghasilkan rimbun dedaunan dengan dahan yang terus bertambah banyak. Dari awal bergulirnya dengan 25 kekuatan taksi, kini Blue Bird telah memiliki lebih dari 20.000 unit armada. Kini ada 30.000 karyawan yang berkarya di kantor pusat dan cabang. Tak kurang 9 juta penumpang dalam sebulan terangkut oleh armada Blue Bird di sejumlah kota di Indonesia. Jumlah pool telah mencapai 28 titik. Armada juga terus diremajakan. Beberapa kali mengganti kendaraan dengan yang baru. Armada Silver Bird yang semula menggunakan sedan Nissan Cedric kemudian diganti dengan Mercedes di tahun 2006. Sebuah terobosan luar biasa yang mencengangkan.

Sumber :

- http://www.kaskus.co.id/thread/51107a211cd719b264000003

Semoga bermanfaat dan berguna ya temen-temenku semuanya, dan yang terpenting dan utama jangan lupa dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, jangan putus asa, jangan menyerah, yakin hidup adalah perjuangan, jadikanlah masalah sebuah nilai yang positif untuk mencari sebuah alternatif penyelesaian. Terima kasih sudah mau mampir di blog sederhana saya, Semoga bermanfaat dalam hidup anda